Industri pengolahan hasil pertanian khususnya pengolahan buah saat ini masih bersifat padat modal, sehingga penguasaannya masih sangat terbatas. Padahal nilai tambah yang didapatkan dari proses ini cukup besar, sebagai gambaran harga kripik nangka di swalayan saat ini mencapai Rp. 30.000 – 60.000 per kg. Hal ini disebabkan karena harga peralatan untuk pengolahan (vacuum fryer) masih terlalu mahal/ impor. Telah berhasil ditemukan mesin penggoreng buah secara hampa (vacuum fryer) sistem water-jet skala industri rumah tangga, melalui riset sejak 1993 oleh Anang Lastriyanto, staf pengajar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya, Malang. Untuk menerapkan hasil temuan ini dalam bentuk paket teknologi industri pengolahan hasil pertanian yang berorientasi ekspor diperlukan kajian yang seksama. Keandalan hasil penelitian ini ditandai dengan seberapa jauh tingkat penerimaan masyarakat dengan teknologi ini.
Beberapa komoditi yang cocok diproses dengan teknologi penggorengan hampa adalah:
- Buah: nangka, nanas, salak, apel, durian, kesemek, dll.
- Sayur: wortel, jamur, kacang panjang, bawang, dll.
- Seafood: Ikan tuna, teri, udang dll
Ada beberapa komoditi yang tidak memerlukan perlakuan khusus seperti penambahan antioksidan, bahan makanan aditif. Adapun beberapa jenis komoditi yang tidak memerlukan perlakuan khusus adalah nangka , pisang, nanas dll. Hal yang perlu mendapat perhatian adalah pengemas, sebaiknya mempergunakan bahan pengemas yang kedap cahaya dan uap air seperti: kaleng, aluminium foil.





