Raih Gelar Doktor Berkat Mesin Penggoreng Vakum

 Lowokwaru, MC – Sejak tahun 1996 mengembangkan alat penggoreng vakum (hampa udara), Ir. Anang Lastriyanto, M.Si akhirnya berhasil dikukuhkan sebagai doktor di Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB) Malang. Dalam ujian disertasinya yang digelar Rabu (23/07), Anang menyampaikan tentang Analisis dan Pengembangan Model Kadar Air Keseimbangan pada Proses Penggorengan Vakum.
Ir. Anang Lastriyanto, M.Si dan mesin penggoreng vakum hasil penelitiannya, Rabu (23/07)
Ir. Anang Lastriyanto, M.Si dan mesin penggoreng vakum hasil penelitiannya, Rabu (23/07)

Anang menyampaikan ketertarikannya untuk mengembangkan alat penggorengan vakum adalah karena sekitar pada tahun 1990-an ia penasaran dengan alat penggorengan vakum yang harganya sangat mahal. Saat itu pengusaha Bob Sadino membelinya dari luar negeri dalam kondisi bekas dengan harga Rp. 2 milyar.

“Karena itu saya tertarik untuk meneliti dan mengembangkan alat penggorengan vakum, dan ini tidak sia-sia karena saya berhasil mengembangkan alat vakum dengan harga yang relatif murah dan kini bisa dibeli masyarakat dengan harga mulai Rp. 10 juta,” ucap dosen Fakultas Teknologi Pertanian UB ini, Rabu (23/07).

Alat itupun kini sudah mendapatkan hak paten dan telah dipasarkan di seluruh Indonesia bahkan hingga India. Berbagai inovasi terus ia lakukan untuk menyempurnakan alat tersebut.

Dalam penelitian disertasinya ia memilih mengangkat tentang Analisis dan Pengembangan Model Kadar Air Keseimbangan Pada Proses Penggorengan Vakum dengan alasan untuk mengurangi kesenjangan antara pesatnya perkembangan teknologi di masyarakat dengan kajian ilmiah yang ada di perguruan tinggi.

“Saya ingin merealisasikan obsesi agar UB menjadi acuan dalam bidang teknologi penggorengan vakum, baik dari sisi teoritis maupun praktis, sekaligus mewujudkan visi dan misi serta strategi yang telah dicanangkan,” ucap Anang.

Lebih lanjut ia mengatakan, tujuan disertasi yang ia sampaikan adalah untuk merancang sistem akuisisi data dan pemilihan sensor pengukuran parameter proses meliputi suhu, tekanan, kelembaban, dan kadar air. Serta menganalisis pola perubahan parameter dan kinetika proses dan mengembangkan model kadar air keseimbangan selama proses penggorengan vakum. (cah/yof)

Sumber: http://mediacenter.malangkota.go.id/2014/07/raih-gelar-doktor-berkat-mesin-penggoreng-vakum/#ixzz48ubYoHPA

Malam Puncak Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa 2014

Jakarta, 16 Desember 2014-“Kami sangat menghargai lima belas orang yang mendapatkan AKIL (Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa-red). Mudah-mudahan mendorong lainnya yang belum mendapatkan kesempatan,” kata Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti), Muhammad Nasir dalam malam puncak AKIL 2014, di Gedung Ditjen Dikti, Senayan, Jakarta.
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti, Kemristek Dikti) memberikan Rp 250.000.000 kepada masing-masing peraih AKIL 2014.
Peraih AKIL dinilai telah berkontribusi dalam kemajuan teknologi dalam upaya meningkatkan daya saing dan kesejahteraan bangsa. AKIL yang diinisiasi Ditjen Dikti sejak tahun 2009 melibatkan banyak pihak. Antara lain Kemristek Dikti, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian dan Kementerian Pariwisata.
Menristek Dikti berharap pemerintah dapat berperan serta dalam komersialisasi dan hilirisasi hasil penelitian para inventor. Menristek Dikti pun meminta Kementerian Hukum dan HAM dapat membebaskan biaya pemeliharaan hak paten hingga penemuan para peneliti dapat dihilirisasi. Dengan begitu, gairah para peneliti semakin menggeliat untuk berinovasi.

AKILOK1

PERAIH ANUGERAH KEKAYAAN INTELEKTUAL LUAR BIASA TAHUN 2014

Kategori Paten
1 Anang Lastriyanto : Mesin Penggoreng Vakum Tipe Horisontal Yang Menggunakan Pompa Vakum Sistem Jet Air
2 Sri Widowati : Teknologi Penurunan Indeks Glikemik Beras Untuk Diet Bagi Penderita Diabetes Melitus
3 Ika Dewi Ana : Metode Sintesis Graft Tulang Gama-CHA Dalam Sistem Gelatin Tertaut Silang
4 Dewa Ngurah Suparta : Komposisi Minuman Brem Dari Ubi Jalar Ungu Yang Mengandung Antosianin
5 M. Nurhalim Shahib : Komposisi Ekstrak Kering Phyllantus Niruri Linn, Curcuma Xanthoriza Roxb, dan Carica Papaya Linn Untuk Anti Demam Berdarah

Kategori Hak Cipta Bidang Ilmu Pengetahuan (Publikasi)
1 Ferry Iskandar
2 Abdul Rohman

Kategori Perlindungan Varietas Tanaman
1 Muhammad Azrai : Pemulia Tanaman Serealia
2 Sudarmadi Purnomo : Ketersediaan varietas unggul tanaman buah tropika dalam menjamin kecukupan serat, gizi dan vitamineral masyarakat Indonesia
3 Sobir : Klaster Tanaman buah
4 Hajrial Aswidinnoor : Tanaman Padi (Padi Sawah dan Padi Gogo)
5 Astanto Kasno : Pemulia Tanaman Kacang-kacangan

Kategori Desain Industri, Hak Cipta Karya Seni Rupa, Seni Pertunjukan dan Permainan Kreatif
1 Andar Bagus Sriwarno : Pengembangan set alat musik berbahan bambu
2 Tisna Sanjaya : Imah Budaya (IBU) Cigondewah
3 Rahayu Supanggah : I La Galigo dll.

http://dikti.go.id/blog/2014/12/17/malam-puncak-akil-2014/

DETERMINATION OF FRYING CONSTANT FOR VACUUM FRIED PINEAPPLE AT THREE LEVELS OF FEEDING CAPACITY

Vacuum frying is frying under vacuum pressure to prevent the quality deterioration of fried foods due to the excessive heat caused by high frying temperature. This process is suitable for fruit and vegetable frying to produce fruit and vegetable chips. The objective of this research was to determine frying constant of pineapple chips under vacuum. Pineapple slices in 40×20×4 mm size were fried under equilibrium pressure at 10 kPa abs and temperature of 85±3°C. Processing was conducted in three levels of feeding: 50, 75, and 100% of vacuum fryer capacity. The water removal rate was observed during the process by the measurement of the condensate formation. Vacuum frying constant K from the exponential decay equation: (equation available in full text) was then calculated. The results showed that K values at the feeding levels of 50, 75 and 100% were respectively 0.078, 0.068 and 0.065 min-1 with each regression coefficient of 0.9677, 0.9668, and 0.9749. In conclusion, the frying constant K in pineapple vacuum frying could be determined by the exponential decay equation, and the constant value became greater at smaller feeding levels.

Analysis Frying Constant of Pineapples Vacuum Frying

Aside


Analysis Frying Constant of Pineapples Vacuum Frying

A. Lastriyanto, S. Soeparman, R. Soenoko and H.S. Sumardi

Brawijaya University, Malang-East Java, Indonesia

Abstract: Vacuum frying is frying process under a vacuum condition to prevent material object deterioration due to excessive heat caused by high temperature. This process is suitable to produce fruit chips. The objective of this research is to determine the frying constant of pineapple chips processing under  vacuum  condition. A 40mmx20mmx4mm sliced Pineapple were fried under equilibrium pressure at 10 kPa absolute (abs) and a temperature of 85±3°C. In this process, three feeding rate was chosen, which is a feeding of 50%, 75% and 100% of the vacuum fryer capacity. The water removal rate was observed during the process by measuring the condensate volume. Frying constant values (K) for a feeding rate of 50%, 75% and 100% were 0.078; 0.068 and 0.065 (minutes1) and the regression coefficient of 0.9677; 0.9668 and 0.9749 respectively. From the research done, it can be concluded that i) the frying constant (K) in pineapple vacuum frying could be determine by an exponential decay method. ii) The K value became greater at a smaller feeding rate.

Key words: Fruit chips  Frying constant  Vacuum frying  Water removal rate